Batu Bacan Bernoda Darah

TAU kah kalian ???… Batu bacan digemari dan digilai oleh muda mudi masyarakat Indonesia bahkan harga bacan bisa mencapai ratusan juta.

Awal cerita, batu bacan ini ditemukan oleh pemuda asal maluku yang bernama Robert.

Bukan seperti halnya batu bacan lainnya, batu bacan yang ditemukan Robert itu di atas batu nisan kuburan keramat bukan hasil galian.

Robert sangat terpukau dengan keindahan bongkahan batu tersebut serta cahaya yang tersorot tajam ke mata seakan hening malam dan seramnya tanah kubur tak membuatnya takut.

Dengan rasa kantuk yang sangat berat, kelopak mata yang sudah tebal, Robert tetap mengayuh pedal mesin pembuat cincin.

Di angan-angan, besok pagi akan diikat batu ini menggunakan perak berkualitas tinggi agar terlihat indah dijari.

Astaga….. Ternyata lamunannya mengakibatkan jarinya teriris oleh mata pisau pembuat batu, hingga darahnya menyebar kemana-mana.

Robert merasakan sakit yang luar biasa, dibalut luka di jarinya dengan kaos lusuh dari tubuhnya.

Tiba-tiba mata Robert pun melotot, seakan tidak percaya !…

Ada bercak darah di batu bacan miliknya.

Robert sungguh kesal !…. Batu bacan yang seharusnya dapat dijual untuk menghidupi istri dan seorang anaknya pupus sudah karena darahnya.

Hari demi hari kehidupan Robert serasa mencekam, terjadi banyak keganjilan yang dirasakan di rumah.

Sampai warga di sekitar pun terkena imbasnya.

Pernah suatu hari ada tamu yang berkunjung kerumah Robert, tamu itu tak lain adalah tetangganya sendiri alias pekerja tambang bacan.

Tamu itu sangat terpesona dengan cincin bacan yang di letakan di atas meja.

Batu itu adalah batu bacan yang ternoda darah Robert.

Saat Robert kembali ke ruang tamu dengan membawa segelas teh hangat, tamunya sudah tidak ada di tempat.

Dua hari telah berlalu, berita menggemparkan terdengar di telinga, bahwa tamu yang tak lain tetangganya sendiri sudah tewas dengan cara memotong lehernya sendiri.

Konon terdengar cerita dari para tetangga dan warga sekitar, sebelum meninggal tetangganya selalu ingin minum darah tidak mau minum air seperti manusia normal pada umumnya.

Karena Robert takut bencana ini akan menimpa keluarganya, Robert membuang batu tersebut ke hulu sungai di tengah malam agar warga sekitar tidak mengetahui apa yang Robert lakukan.

Dalam mimpinya, Robert bertemu wanita yang sungguh luar biasa cantiknya, rambutnya panjang terurai, kulitnya seputih salju dikutub sana.

Wanita cantik itu memberitahu Robert akan diberikan kekayaan yang sangat berlimpah.

Robert sangat senang sekali….

Saat wanita cantik itu minum, terlihatlah secangkir darah di gelas yang akan diminumnya.

Robert sangat kaget !….. Dan wanita itu pun dengan tertawa mengerikan mulai hilang di hadapan Robert.

Robert pun terjatuh dari ranjang tak beralas kasur, dia bersyukur kalau itu hanyalah sebuah mimpi saja.

Seperti kebiasaannya Robert selalu sarapan dengan semangkok bubur dan segelas teh manis hangat, terasa sepi sekali keadaan rumah Robert saat itu.

Dengan semangat Robert menuju dapur tempat dia biasa sarapan.

Betapa terkejutnya melihat mangkok berisikan uang puluhan juta bukan bubur ayam seperti biasanya.

Robert berlari kesana kemari mencari istri dan anaknya.

Terasa tersambar petir melihat istrinya sedang bercermin memotong rambut menggunakan gunting yang berlumur darah.

Darah siapakah itu ?….

Tak jauh dari istrinya terlihat sesosok tubuh terkulai lemas tak bernyawa.

Ternyata itu tubuh anak nya yang sudah tercabik-cabik dengan gunting.

Ternyata istrinya yang telah mengambil nyawa anak semata wayangnya.

Dengan jalan terluntai Robert menghampiri istrinya….

Selangkah demi selangkah Robert berjalan perlahan.

Robert menghentikan jalannya ketika istri nya berbicara. “Akan aku berikan kekayaan yang tak terhingga tapi sebagai imbalannya, anak semata wayang kamu aku tumbalkan, akan aku hisap habis sari darahnya”..

Tanpa berfikir panjang, Robert pun mengambil pipa besi yang tergeletak di tepi lemari.

Dipukulnya berkali-kali tanpa ampun istrinya itu.

Darah pun menyebar kemana-mana hingga wajah Robert pun terkena cipratan darah istrinya.

Terdiam 10 menit Robert melihat istri dan anaknya terkapar di kamar.

“Apa yang saya lakukan” sadar Robert ??..

Terlihat hancur sudah kepala istrinya hingga tak berbentuk lagi terhantam benda keras yang tadi diberikan oleh Robert.

Terdengar suara samar-samar..

“Terimakasih kamu telah menambahkan tumbal darah untuk aku, kau jaga itu cincin maka kau akan sejahtera seumur hidup kamu”…

Apa yang telah saya lakukan, saya malah membunuh istri saya yang seharusnya saya jaga baik-baik.

Dia ambil gunting yang masih terpegang ditangan istrinya, dia mulai hujam matanya sendiri kemudian dia potong jarinya satu persatu.

Ke esokan harinya bau amis mencuat di pekarangan rumah Robert, warga berkumpul dan mendobrak kediaman Robert.

Terlihatlah 3 mayat mengenaskan terkapar penuh darah.

Ternyata setelah diselidiki oleh para sesepuh kampung, batu cincin bacan yang diambil oleh Robert adalah batu kramat, yang sejak dulu kalau batu tersebut mencuat keluar dari kubur maka malapetaka akan datang.

Akhirnya batu tersebut disimpan oleh sesepuh kampung tersebut…

 

(Cerita Fiksi. Penulis: FR NN).

Leave a Reply

*