DPP Golkar Agung Laksono Ambil-alih Fraksi DPR Hari ini

JAKARTA-Setelah mendapat pengesahan oleh Menteri Hukum dan HAM hari ini, DPP Partai Golkar yang diketuai Agung Laksono segera mengambil alih fraksi di DPR.

DPP Golkar Agung Laksono menunjuk Agus Gumiwang sebagai ketua fraksi yang baru, Melchias Markus Melkeng sebagai Sekretaris Fraksi Agus dan Melkeng menggantikan Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin dan Sekretaris Fraksi Bambang Soesatyo dari kubu Aburizal Bakrie.

“Ini hari saya berencana akan melihat dimana saya akan berkantor,” kata Agus di Gedung DPR, Senin (23/3/2015).

Kemudian, pihaknya mengimbau kepada seluruh anggota DPR dari Golkar untuk bersatu setelah keputusan Menkumham Yasonna Laoly.

“Tentunya kepada teman-teman fraksi Golkar lainnya, kami pimpinan fraksi menegaskan sudah saatnya kita mengakhiri konflik karena sudah disahkannya partai Golkar Agung Laksono. Mari bersatu membangun negara lewat partai Golkar,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihaknya mengaku juga sudah menyampaikan surat penggantian fraksi Golkar ke DPR.

Sementara itu, pimpinan DPR menolak permintaan pembacaan surat penggantian Fraksi Golkar di DPR pada sidang paripurna pembukaan masa persidangan III Tahun Sidang 2014/2015 yang digelar pada Senin (23/3/2015) ini.

Pimpinan rapat paripurna Fahri Hamzah menjelaskan, sebelum dibaca pada sidang paripurna, setiap surat yang masuk ke DPR terlebih dahulu dirapatkan dengan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.

Sebelumnya, anggota DPR dari Golkar Fayakun Andriyadi meminta surat DPP Golkar Agung Laksono tersebut dibacakan sebelum pidato Ketua DPR di sidang paripurna.

“Interupsi pimpinan, saya mengusulkan agar surat DPP Golkar dibacakan juga pada sidang paripurna ini,” ujar Fayakun.

Menanggapi itu, Fahri Hamzah selaku pimpinan rapat kembali menjelaskan, mekanisme pembacaan surat di sidang paripurna. “Jadi sebagaimana menaknisme di DPR RI, seluruh surat masuk tidak ke pimpinan dulu, tapi masuk ke Setjen, lalu Setjen menjadwalkan rapat pembacaan surat-surat masuk,” kata Fahri.

“Ada surat masuk, karena belum dirapimkan (rapat pimpinan) kami tidak bisa bacakan pada paripurna ini, insya Allah nanti, pasti akan dibaca,” lanjut Fahri.

Tidak terima dengan alasan tersebut, Fayakun kembali menegaskan dirinya ingin surat tersebut dibacakan pada sidang parpurna. “Ini tanda terima suratnya sudah ada sama saya, saya minta dibacakan,” harapnya.

“Mohon maaf Pak Fayakun, tadi sudah saya bacakan mekanismenya, karena suratnya belum ada. Kita tidak mungkin baca surat yang tidak ada,” timpal Fahri menanggapi.

Masih tidak terima dengan penjelasan DPR tersebut, Fayakun dengan sendirinya membaca surat penggantian Fraksi Golkar tersebut namun dihentikan oleh pimpinan rapat. “Surat belum ada pak, belum masuk,” ujar Fahri.

“Begini saja pak, demi menjaga khidmatnya pidato Ketua DPR, kita dengar dulu pidato ketua, mungkin ada kabar bahagia, setelah itu baru silahkan interupsi kembali,” tandas Fahri.

Leave a Reply

*