Solar Harus Dicampur Bioful Mulai 1 April 2015

JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan kewajiban pencampuran bahan bakar nabati (BBN) sebanyak 15 persen pada solar mulai 1 April 2015.

Menteri Energi Sumber Daya Minerla (ESDM) Sudirman Said mengatakan kebijakan ini akan menggenjot produksi biodiesel hingga 5,3 juta kiloliter tahun ini.

“Dalam lima tahun lagi, pencampuran BBN bisa mencapai 25 persen,” kata Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015. Pada 2014, pemerintah menerapkan aturan serupa, tapi hanya mewajibkan pencampuran BBN sebanyak 10 persen. Setelah kebijakan ini berlaku, penggunaan biodiesel mencapai 3,4 juta kiloliter.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan produksi minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku BBN tahun ini akan meningkat dari 31 juta ton menjadi 33 juta ton.

“Produksi biodiesel saat ini cukup dengan CPO. Kalau mau dinaikkan menjadi 20 persen juga sudah siap,” ujar Rida.

Rida mengatakan kebijakan ini bakal menghemat devisa sebesar US$ 2,54 miliar atau sekitar Rp 31,71 triliun. Tahun lalu, pemerintah mengenakan aturan pencampuran solar dengan 10 persen bahan bakar nabati.

Hasilnya, diperoleh penghematan devisa US$ 1,63 miliar atau Rp 20,4 triliun. “Penggunaan biodiesel dalam solar juga mengurangi pelepasan 7,9 juta ton karbondioksida,” kata dia di kantornya, Senin 23 Maret 2015

Sedangkan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja mengatakan, ada ancaman sanksi bagi pelaku usaha yang tidak menaati ketentuan in.

“Sanksi yang akan diberikan kepada pelaku usaha adalah teguran tertulis hingga pencabutan ijin usaha. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 12 tahun 2015,” katanya.

Menteri ESDM Sudirman Said menargetkan produksi biodiesel tahun ini mencapai 5,3 juga kiloliter. Dengan demikian, lima tahun mendatang pemerintah bisa menerapkan kewajiban pencampuran biofuel sebanyak 25 persen.

Nantinya, biodiesel akan disalurkan kepada 16 Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum Bahan Bakar Minyak. Pengawasan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Rencananya, biodiesel hasil pencampuran akan disalurkan kepada 16 badan usaha pemegang izin usaha niaga umum bahan bakar minyak. Pengawasan dilakukan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Leave a Reply

*