Salim Mengga, Keris dan Museum (1)

salimMEMERIAHKAN Hari Kebangkitan Nasional, DPR RI menggelar “Pameran Keris Nusantara” dari 20-24 Mei 2015. Beragam koleksi keris, golok dan pedang milik sejumlah anggota Dewan dipamerkan. Mayjen (Pur) Salim Mengga, anggota Fraksi Partai Demokrat asal Sulawesi Barat misalnya memamerkan lima dari 60 keris koleksinya. Karena keterbatasan tempat, Salim Mengga hanya dapat mempertunjukkan lima koleksi kerisnya, khas Bugis. Sampai sekarang anggota DPR peraih 51.168 suara dalam Pemilu 2014 ini masih terus berburu keris. Bagaimana soal harga keris dan kapan rencana membuat museum di daerah asalnya dituturkan sangat rinci dalam perbincangan dengan Yayat R Cipasang dari PolitikParlemen.com dalam suasana santai di Gedung Kura Kura, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Sejak kapan Anda mengoleksi keris?

Sudah lama ya. Saya sekarang pamerkan lima keris dari Bugis. Saya mulai tertarik dan mengumpulkan keris ini sejak masih letnan dua. Sampai sekarang jumlahnya sudah mencapai 60-an termasuk pedang.

Kenapa tidak dipamerkan semuanya?

Tempatnya terbatas. Saya sudah menawarkan untuk memamerkan semua koleksi saya. Tapi tempatnya nggak ada lagi. Ya, cukup lima saja. Saya juga tadinya ingin memarken pedang karena menurut saya pedang itu istimewa?

Seperti apa keistimewaan itu?

Pedang itu dari Jawa. Menurut saya pedang itu sangat istimewa. Pedang dari zaman Kerajaan Singosari namanya Lar Bango. Panjangnya 76 centimeter. Cukup panjang. Yang saya ketahui pedang itu berasal dari zaman Singosari dan kelihatannya untuk perang. Secara keseluruhan pedang itu masih utuh namun di beberapa bagian ada yang sudah kemakan usia.

Koleksi lainnya yang berkesan?

Lebih banyak keris. Ada yang berasal dari Jambi, ada dari Jawa, Madura dan Sulawesi. Saya mencari sendiri. Informasinya bisa dari mulut ke mulut. Memang ada jaringan dan biasanya kita berkumpul. Tapi saya tidak ikut dalam komunitas.

Bagaimana menguji sebuah keris yang diperoleh itu asli atau palsu?

Ya, dibawa ke ahlinya. Mereka sangat tahu keris itu asli atau palsu. Riwayatnya pun dapat dirunut.

Saya dengar Anda tidak mau kalau diberi hadiah keris?

Saya tidak akan terima keris untuk koleksi dari hadiah. Tidak akan bagus. Pamornya mungkin saja indah tapi nilai sejarahnya tidak ada.

Berapa harga termahal keris yang Anda koleksi?

Harganya tergantung. Harga keris itu relatif. Sama dengan batu permata. Kalau Anda senang harga ratusan juta pun bisa dibeli. Nilai sejarahnya tinggi tentu harganya juga mahal.

Penilaian Anda tentang keris yang dibuat mpu belakangan ini?

Dalam beberapa hal sehebat apapun mpu sekarang ada yang tidak bisa menyamai mpu keris zaman dulu. Misalnya berat keris tua itu rata-rata ringan.

Menurut sepengetahun Anda apa rahasianya keris zama dulu sangat ringan?

Kelihatannya ada yang beda di logam. Orang dulu itu bikin keris menggunakan logam-logam pilihan.

Anda percaya dengan nilai mistik keris?

Kalau saya lebih dekat ke budaya. Ya, memang mpu zaman dulu untuk membuat keris pun melakukan tirakatan dulu untuk kesempurnaan keris yang dibuatnya. Juga untuk memberikan wibawa atas kerisnya.

Kapan waktu-waktu khusus Anda untuk keris?

Saya tiap hari melihat keris kalau lagi di rumah. Tiap hari saya periksa. Keris yang sudah lama tidak dibuka saya buka dan periksa untuk melihat kondisinya jangan sampai ada karat. Itu hiburan saya kalau di rumah.

IMG_00002789Punya rencana lain?

Saya inginnya membuat museum untuk menyimpan keris dan koleksi lainnya di Sulawesi Barat.

Seberapa penting keris-keris ini untuk bangsa Indonesia?

Tentu sangat penting. Benda seni bersejarah kita seperti keris banyak yang hilang. Hilang karena kita tidak peduli. Benda seni kita ini lebih dihargai bangsa asing daripada bangsa sendiri.

Nah, dengan ada pameran yang digelar di DPR ini saya harapkan dapat memotivasi masyarakat Indonesia untuk mencari dan menyimpan. Ini pentingnya pameran. Dapat memotivasi dan menginspirasi.

Kalau bisa pameran keris ini digelar setahun dua kali. Keris-keris bagus milik kita ini ada yang sudah tersimpan di Singapura, Brunei, Jerman, Belanda, Amerika dan di beberapa pusat senia dunia. Masyarakat dunia menyenangi keris kita. Bangsa kita saja yang abai.

Saya berharap pameran di DPR ini dapat memotivasi orang yang tidak menyukai keris dapat mencintai dan mengoleksinya. Minimal setiap orang punya dua keris.

Sampai kapan Anda akan mencari keris untuk dikoleksi?

Saya akan terus mencari. Ada beberapa pamor yang belum saya temukan. Di antaranya pamor seperti relief. Relief ini muncul dalam bentuk gambar. Sebelumnya sudah saya lihat hanya belum kesampaian bertemu dengan pemiliknya. Termasuk belum sepakat soal harganya. Rupanya dia tahu harga juga. Hahahaha….

Leave a Reply

*