Roem Kono : Jabatan itu Anugrah dan Amanah

Ketua Umum MKGR Periode 2015-2020

Ketua Umum MKGR Periode 2015-2020

ROEM KONO nama lengkapnya. Anggota DPR dua periode ini lahir di Gorontalo pada 28 April 1955. Tahun ini, karier politiknya terus bersinar. Ia selalu berpenampilan kalem, familiar, rapi, klimis, serta murah senyum pada siapa saja. Sukses, baginya merupakan garis tangan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT.

Suami Letty Novianthi ini baru saja mendapat amanat dari musyawarah besar (mubes) organisasi masyarakat pendiri Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Ia terpilih secara voting sebagai ketua umum (ketum) hasil Mubes VIII Ormas MKGR 2015. Dia siap mengemban amanah yang mulia tersebut. Apalagi ia telah mempersiapkan diri dengan baik, bahkan telah menyusun visi dan misi untuk membesarkan organisasi yang dibanggakannya.

Ayahanda dari Miranti Kono dan Ryan F Kono ini, bukanlah orang baru di Ormas MKGR. Ia telah lama mengabdikan diri di organisasi tersebut. Sejumlah jabatan penting pernah disandangnya. Mulai dari bendahara umum DPP Ormas MKGR periode 2000-2005, kemudian sekjen Ormas MKGR 2005- 2010. Pada 2010-2015, ia dipercaya menjadi wakil ketua umum Ormas MKGR. Hal itu membuktikan bahwa kecintaan, kebanggaan, dan darma baktinya kepada Ormas MKGR tak perlu diragukan lagi. Tak sedikit pengorbanan dan kontribusi yang telah ia persembahkan kepada ormas yang turut mendirikan Partai Golkar tersebut.

Namun, Roem Kono merasa apa yang telah dilakukan belum cukup untuk membesarkan Ormas MKGR yang telah memberikan “warna” dalam perjalanan hidupnya. Meski pria yang mudah bergaul dan humoris ini, mendapat dukungan untuk menjadi pimpinan DPR, bagi Roem, dirinya kini fokus bekerja sebagaimana diamanatkan mubes untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Tugas itulah yang akan dijalankan Roem dengan sebaik-baiknya.

“Jabatan adalah anugerah sekaligus amanah dari Allah SWT. Jika diberi kesempatan memimpin apa pun saya siap, yang penting untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Apa pun ‘garis tangan’ saya, jadi apa pun, saya akan bekerja bukan untuk mengejar jabatan. ‘Garis tangan’ sebagai pemimpin adalah sudah kehendak dari Allah. Karena jadi seorang pemimpin itu tidak gampang, harus ada ridha dari Allah. Sekarang ‘garis tangan’ saya menjadi ketua umum Ormas MKGR,” ujarnya. Sosok yang menjadi penyemangat kesuksesannya adalah keluarga. “Istri dan anak-anak yang selalu memberikan dukungan,” ujarnya. Kehadiran mereka memberi semangat bagi dirinya untuk terus menapaki jalan kesuksesannya.

Di lingkungan politik, Roem mendapat dukungan dari banyak pihak. Seperti Ketua DPR Setya Novanto yang rajin mendorongnya untuk maju. Bahkan, meski kini Partai Golkar terbelah, namun dukungan terhadap dirinya untuk memimpin Ormas MKGR didapatkannya dari dua kubu. “ini saya syukuri, ternyata persahabatan itu perbuatan yang mulia. Saya selalu bersahabat dan tidak pernah membuat konflik-konflik, ini yang penting,” katanya menegaskan.

Roem menempuh pendidikan dasarnya di SDN V Duano, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Gorontalo pada 1961-1967, kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP 1 Jakarta pada 1967-1970, dan SMA Negeri 3 Jakarta pada 1970-1973. Roem Kono juga pernah mengenyam pendidikan tinggi di S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1973 hingga 1977, dan S2 Universitas Indonesia Esa Unggul.

Ketua BURT DPR ini memang gemar berorganisasi. Selain berkiprah di Ormas MKGR, Roem Kono juga aktif di tempat para pengusaha mengembangkan diri. Jabatan penting yang pernah diembannya adalah wakil ketua umum Kadin DKI Jakarta 1995-2000, dan pada periode berikutnya duduk di Dewan Pengurus Harian Kadin Indonesia. Pada tahun yang sama, Roem Kono juga duduk jajaran DPP Kukmi.

Ketika Gorontalo hendak dimekarkan menjadi provinsi pada tahun 2000, mantan Direktur Utama PT Intirum Indomastch dan PT Mahardika ini, merupakan pendiri Perjuangan Pembentukan Provinsi Gorontalo. Dan sekarang dipercaya sebagai ketua Dewan Pembina Masyarakat Gorontalo Perantauan Seluruh Indonesia. Karena itu, tak heran jika anggota Komisi V DPR ini terpilih untuk kedua kalinya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo. Hal itu membuktikan bahwa Roem Kono mendapat kepercayaan besar sebagai “penyambung lidah” rakyat Gorontalo. Masyarakat setempat menaruh harapan besar kepada anggota Fraksi Partai Golkar DPR ini untuk memperjuangkan aspirasinya.

Bagi Roem Kono, pengabdian tak boleh berhenti selama hayat masih dikandung badan. Partai Golkar ia nilai paling tepat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Selain telah banyak pengalaman dalam membangun bangsa, Golkar juga telah teruji dalam menghadapi masa-masa sulit dalam sejarah perjalanan kepartaiannya. Karena itu, pria yang pernah duduk sebagai Dewan Pembina DPP Himpunan Pengusaha MKGR pada 1995-2000 ini, mantap untuk berkiprah di Partai Golkar.

Kariernya dimulai dari anggota Dewan Pengurus Fokosta Golkar pada 1985-1987, kemudian menjadi wakil sekretaris Sektor Pengusaha Bappilu Tingkat I pada 1995-2000, dan Pokja OKK Golkar pada 1993-1998. Pada tahun 2000-2005, Roem Kono dipercaya menjabat sebagai wakil ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, kemudian Ketua Departemen ESDM DPP Partai Golkar pada 2005-2009. Sejak 2009 hingga sekarang, Roem Kono dipercaya menjabat sebagai wakil sekjen DPP Partai Golkar.

Kerja keras dan kegigihan Roem Kono akhirnya membuahkan hasil. Pada pemilu 2009 dan 2014, pria yang pernah menjabat sebagai Dewan Kehormatan BPP Hipmi ini terpilih sebagai anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo. Sebagai anggota DPR , Roem Kono tak mau hanya sebatas datang, duduk, diam, dan setuju. Ia harus bersuara lantang memperjuangkan aspirasi rakyat yang telah memberikan kepercayaan besar kepada dirinya.

Oleh karena itu, Roem Kono terlibat aktif di berbagai Panja dan Pansus seperti Pansus RUU Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan, Pansus RUU Rumah Susun, Pansus RUU Perumahan dan Pemukiman, Panja Pembahasan RUU Tentang APBN, Panja Pembahasan Rekening Dana Investasi dan Penerimaan Negara dan lainnya. Roem Kono juga mewakili Delegasi DPR ke beberapa negara melakukan kerja sama bilateral.

Bahkan dirinya mendapat posisi yang cukup terhormat sebagai Ketua Hubwil VII dan Sekretaris Poksi Badan Anggaran Fraksi Partai Golkar pada 2009-20014. Sejak terpilih untuk kedua kalinya, Korprov Gorontalo DPP Partai Golkar ini, mendapat tugas baru sebagai ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR. (awn)

Leave a Reply

*