Roem Kono, Sang Lokomotif Perubahan Parlemen

Roem KonoSEBAGAI Sebagai Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Roem Kono mempunyai komitmen  yang tinggi untuk mewujudkan parlemen modern yang terus mendorong transformasi dan reformasi kelembagaan.

Posisinya sebagai Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR sejalan dengan komitmennya yang tinggi untuk mewujudkan parlemen modern yang terus mendorong transformasi dan reformasi kelembagaan.

Bagi Roem Kono, visinya untuk mewujudkan reformasi parlemen ini didasari tiga prinsip, yakni terwujudnya transparansi, penggunaan teknologi informasi, serta upaya menjadi representasi rakyat.

Menurut dia, dengan semangat transparansi, institusi DPR ke depan menjadi lebih terbuka sehingga seluruh persoalan negara yang diputuskan parlemen segera bisa diakses masyarakat dan para pengambil kebijakan melalui teknologi informasi. “Semua produk DPR bisa diakses sesegera mungkin,” kata pria kelahiran Gorontalo, 28 April 1953, itu.

Dengan begitu, menurut dia, masyarakat diharapkan akan dengan mudah mengakses informasi mengenai kegiatan maupun keputusan yang diambil parlemen.

Namun, terlepas dari semua itu, sebagai wakil rakyat, Roem Kono berharap bisa membawa manfaat bagi daerahnya, Gorontalo, maupun kawasan Indonesia timur yang selama ini pembangunannya dianggap tertinggal ketimbang provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Roem Kono menilai, ketimpangan pembangunan di Jawa dan luar Jawa masih terlihat secara kasatmata, terutama dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Karena itu, pemerintah pusat perlu terus memberikan stimulus bagi daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastuktur di wilayahnya masing-masing guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya,” ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kesra itu menganggap pembangunan jalan-jalan nasional di Jawa, termasuk jalan tol, sebaiknya diserahkan ke swasta sehingga pemerintah bisa fokus untuk membangun infrastruktur jalan di luar Jawa.

“Kita berharap pemerintahan Jokowi bisa mengatasi ketimpangan pembangunan luar Jawa dengan Jawa. Sudah seharusnya pembangunan dialihkan ke Indonesia timur, jangan ada lagi program pembangunan yang sifatnya hiburan,” ujarnya.

Sejarah mencatat, Roem Kono adalah penggagas dan pendiri pembentukan Provinsi Gorontalo yang terbentuk pada 5 Desember 2000. Provinsi itu diresmikan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai provinsi ke-32.

Keberhasilan Gorontalo menjadi provinsi yang maju tidak lepas dari peranan Roem Kono yang dipercaya sebagai Ketua Umum Perjuangan Pembentukan Provinsi Gorontalo.

Atas jasanya, Roem Kono mendapatkan penghargaan Lamahu Award dari Kerukunan Masyarakat Gorontalo Perantauan yang tergabung dalam Lamahu (Huyula Heluma Lo Hulantalo). Penghargaan itu diberikan kepada putra terbaik Gorontalo atas prestasi dan karyanya untuk kemajuan Provinsi Gorontalo.

Menurut Roem Kono, Provinsi Gorontalo saat ini mengalami perkembangan pesat dalam pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam empat belas tahun terakhir sejak terbentuk sebagai provinsi, pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo mencapai 38 persen dengan angka kemiskinan 17 persen. Pertumbuhan ekonomi itu jauh melampaui pertumbuhan nasional yang ada pada kisaran rata-rata 7,4 persen pada 2014 lalu.

Sebagai putra daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap Gorontalo, dalam reses DPR beberapa waktu lalu, ia melakukan kunjungan ke beberapa wilayah dan berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat untuk menyelerasakan pembangunan antara pusat dan daerah.

Putra Bone Bolango ini kerap intens melakukan koordinasi dengan instansi pemerintahan, seperti Provinsi Gorontalo, Boalemo, hingga Kota Gorontalo. Hal itu, menurutnya, diharapkan menjadi referensi pembahasan antara pemerintah pusat dan DPR.

Pria yang memiliki moto “pengabdian adalah kunci sukses” ini menjadi sangat dikenal di masyarakat Gorontalo sebagai wakil rakyat yang sungguh-sungguh mendorong pembangunan Provinsi Gorotalo. Salah satu yang sekarang diperjuangkan adalah menjadikan Danau Limboto sebagai ikon Gorontalo. (awn)

Leave a Reply

*