Agun Gunanjar : Analogi Demo Supir Taksi Dengan Kisruh Parpol

images (1)

Politikparlemen,JAKARTA – Aksi Demo supir taxi  yang terjadi hari ini dan masalah parpol tak ada beda dengan kondisi perusahaan dan nasib supirnya yang menjalankan bisnisnya secara konvensional, yang terus merosot “income” nya. begitu pula keberlangsungan Parpol dan nasib para kader-kadernya, akan semakin menurun tajam dari para pemilihnya dan kader-kadernya tak bisa meraih kedudukan di berbagai lembaga suprastruktur politik (legislatif dn eksekutif).

“Apabila tdk cepat di antisipatif terhadap masifnya kemajuan Teknologi kita. Di era kebebasan yang sangat kompetetif, konsumen butuh yang cepat dan murah. Kemajuan TI telah mendorong perilaku yang sangat individual, serba instan, cepat dan murah”, Politisi Partai Golkar Agun Gunanjar mengatakan kepada wartawan di Jakarta,Selasa (22/3/2016).

Menurutnya melalui media Online, setiap warga dpt memilih, sesuai tempat dan waktu yang dibutuhkan secara pasti, tdk harus menunggu tanpa kepastian, seperti yang terjadi dlm cara-cara yang konvensional.

“Untuk atasi permasalahan demo supir ini, bukan dgn cara melarang bisnis Oline ini, tapi dengan “Mengaturnya”. Pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo harus segera hadir mengaturnya dengan kemenhub dan pemda-pemda”,katanya.

Agun menjelaskan saat ini sudah terjadi perubahan paradigma kehidupan, yang tdk bisa diatasi dgn cara2 melarang atau menutupnya, Perusahan-perusahaan taksi yang sudah ada selama ini harus dapat segera menyesuaikan dengan kemajuan/tantangan TI ini,

“Begitu pula mereka-mereka yang sudah menjalankan bisnis OL yang jelas-jelas telah mengurangi “income” mereka yang lama lama, harus mau diatur secara formal danlegal oleh Pemerintah, sehingga memberi manfaat yang adil, pendapatan (pajak) yang syah bagi negara”,ujarnya.

Agun juga melihat Begitu pula dengan Parpol-parpol harus segera dan antisipatif terhadap perubahan perilaku warga masyarakat akibat kemajuan TI ini, nasibnya tdk akan jauh berbeda, akan ditinggalkan para pemilihnya.

“Karena tidak memberi manfaat yang cepat dan pasti buat rakyat. Pemilih akan cenderung memilih parpol-parpol modern, yang kreatif, inovatif, berbasis TI, tidak lagi pada mobilisasi tapi partisipasi”,tegasnya.

Mantan Ketua Komisi II ini juga menegaskan Penangan keanggotaan, Kaderisasi, promosi, mutasi secaara berjenjang, pencalonan utk legislatif dan eksekutif, tdk lagi bisa dengan cara-cara konvensional selama ini, seperti karakterdes di masa lalu. Akan tetapi harus dgn cara2 yang transparan, partisipatif dan terukur, berbasis TI yang bisa diakses langsung oleh Publik berkenaan dgn fungsi2 kepartaian.

Dengan demikian, Agun menekankan Publik akan dapat mengetahui dan memahami bagaimana partai itu menjalankan fungsinya serta meyakini akan pencapaian tujuannya utk kepentingan rakyat.

“Saya kira kemajuan TI ini harus menjadi pembelajaran kita semua dari kejadian demo supir taksi, yang potensial sumber kerusuhan sosial, karena ini menyangkut nasib/masa depan kehidupannya, saya kira Parpol pun akan alami yang sama, ditinggalkan kadernya, dan tak akan didukung dan dipilih publik, ketika publik tdk merasakan manfaatnya, karena tdk dpt mengaksesnya secara langsung dari HP yang da ditangannya”, tambahnya.

Agun Gunanjar berharap mudah-mudahan saja demo hari ini menyadarkan kita semua, khususnya Pemerintah yang telat dan terlambat dlm membuat regulasinya.(erc)

Leave a Reply

*