Pemerintah Harus Lobby Arab Saudi Tambahan Kuota 20 Ribu Jama’ah Haji

IMG-20160822-WA0004

Politikparlemen,JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Malik Haramain mendesak pemerintah, baik Presiden Jokowi maupun Menag RI Lukman Hakim Saifuddin melakukan lobi aktif terhadap negara tetangga seperti Philipina, Thailand, Myanmar, dan negara lain yang kuota hajinya tidak terpakai, untuk menghindari kasus 177 WNI yang ditangkap di Philipina. Bisa juga melibatkan Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Fahri Hamzah sebagai Ketua Tim Pengawas Haji Persiapan Pelaksanaan Haji (FPKS), dan Abdul Malik Haramain sebagai salah anggota tim pengawas haji (FPKB) DPR RI.

“Problem kita tiap tahun permintaan haji (diman) itu lebih dari 211 ribu jamaah haji. Bahkan ada yang harus antrian sampai 25-an tahun. Nah, kebetulan ada negara tetangga yang kuota hajinya tidak dipakai (slot tersisa) inilah yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia,” tegas Fahri Hamzah dan Malik Haramaian pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (22/8/2016).

Slot itulah kata politisi PKS itu, yang dimanfaatkan oleh calo Indonesia dan calo Philipina, untuk mengelurakan paspor guna mendapatkan visa dari Saudi Arabia melalui pemerintah Philipina. Untuk itu pemeirntah Indonesia harus mempunyai bargaining untuk memanfaatkan kuota itu dengan baik.

Selain itu kata Fahri pemiirntah harus menagih janji Kerajaan Arab Saudi (KSA) untuk tambahan kuota haji 20.000 -an yang dijanjikan sendiri saat musibah Crane pada musim haji tahun 2015 lalu.

“Pemerintah harus menagih tambahan kuota jamaah haji yang disampaikan langsung oleh Raja Salaman seusai tragedy Mina tahun lalu itu. Saying kalau dibiarkan. Sementara calon jamaah haji secara normal harus antri sampai 25-an tahun. Jadi, pemerintah harus pro aktif untuk melobi janji itu,” tegas Fahri lagi.(erc)

Leave a Reply

*