Sekjen Partai Golkar Umumkan Revitalisasi Pengurus Partai Tanpa Didampingi Setnov

20171011_165535

Politikparlemen,JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tiba-tiba menghilang usai memimpim Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar pada Rabu (11/10/2017). Novanto tak nampak dari barisan pimpinan pengurus Partai Golkar yang memberikan keterangan pers hasil rapat Pleno Partai Golkar.

Padahal Novanto yang memimpin langsung rapat dengan agenda membahas persiapan HUT ke-53 Partai Golkar, rapat kerja nasional (Rakernas), dan pelaksanaan perekrutan calon anggota legislatif Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham membenarkan Novanto terburu-buru meninggalkan rapat pleno. “Tadi dia cepat-cepat pergi, karena itu ditugaskan ke saya, (menyampaikan hasik rapat),” ujarnya.

Menurutnya revitalisasi pengurus Partai Golkar dari 290 menjadi 301 jumlahnya, Salah satu posisi yang diganti ialah Koordinator Bidang Politik Hukum, Keamanan.

Sebelumnya, posisi Korbid Polhukam Golkar di isi oleh Yorrys Raweyai, kini jabatan tersebut diserahkan kepada Letnan Jenderal (Purn) Eko Wiratmoko.

“Saudara sekalian di antara sekian banyak yang dilakukan pergantian maka, salah satu di antaranya tadi saya sudah sampaikan Letjen Purn Eko Wiratmoko, jadi sekarang ini ketua korbid polhukam,” ucap Idrus saat memberikan keterangan pers di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Terkait kepergian Novanto dari ruang pleno tersebut tidak diketahui oleh para awak media yang sudah menunggunya di pintu utama Aula Besar DPP Partai Golkar.

Idrus menjelaskan Setnov memang ada kepentingan lain sehingga meninggalkan rapat pleno lebih dahulu. Namun demikian, ia tidak mengungkapkan detail kemana tujuan Novanto tersebut.

Ia justru menekankan, bahwa penjelasan hasil rapat memang tidak harus dilakukan oleh ketua umum. Namun, Sekjen sebagai juru bicara partai yang diputuskan dalam rapat pleno bisa ditugaskan untuk menyampaikan.

“Di Golkar itu tidak harus Ketum, Sekjen ini sebagai juru bicara partai yang diputuskan dalam rapat pleno maka apabila ada penyampaian seperti itu maka sekjen ditugaskan,” ungkapnya.

Setya Novanto kembali aktif memimpin Partai Golkar pasca sakitnya kurang lebih sebulan terakhir. Keaktifan Novanto tersebut ditandai saat Novanto memimpim rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada Rabu (11/10) siang hari ini.

Saat memasuki aula besar Kantor DPP Golkar, tempat berlangsungnya rapat pleno, Novanto nampak dijaga ketat para anggota sayap Partai Golkar, AMPG dan petugas kepolisian. Ia juga didampingi pengurus Partai Golkar lainnya antara lain Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Korbid Kesra Roem Kono, Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin.

“Ya ini pertama kali saya harus memimpin rapat mudah-mudahan semuanya bisa berjaan lancar. Alhamdulillah semuanya,” ujar Setno¬† yang mengenakan kemeja kuning Partai Golkar.(erc)

Leave a Reply

*