e-KTP WNA Masih Polemik Jelang Pemilu

 

20190228_125826

JAKARTA – Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2013 Pasal 63 tentang Administrasi Kependudukan. Warga negara asing atau WNA yang tinggal di Indonensia, baik karena sudah menikah atau bekerja berhak memiliki KTP, yang sekarang berganti menjadi e-KTP. Hanya saja WNA itu tidak punya hak pilih.

“Khusus KTP WNA itu sudah diatur sejak dulu di UU No. 24 Tahun 2013 Pasal 63 tentang Administrasi Kependudukan. KPUD Cianjur salah input, dan WNA itu tidak mempunyai hak pilih sebelum menjadi WNI,” tegas anggota Komisi II DPR RI Firman Subagyo.

Hal itu disampaikan dialektika demokrasi ‘Polemik e-KTP WNA, Perlukah Perppu? bersama anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, Sekretaris Direktorat Jenderal Dukcapil, Kemendagri, Ir. I Gede Suratma, dan Ketua Pusat Studi Konstitusi Universitas Trisakti, Dr Trubus Rahardiansyah di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (28/2).

Karena itu politisi Golkar itu meminta masyarakat tak kaget dengan kasus e-KTP di Cianjur tersebut.  Apalagi keluar masuk suatu negara itu harus mempunyai identitas.

“Ada WNA yang hanya bertujuan wisata, kerja, dan tinggal dengan menikah dengan WNI. Salahnya warna e-KTP WNI dengan e-KTP WNA itu sama. Harusnya berbeda agar mudahkan perbedaan kedua macam e-KTP WNI dan WNA itu,” ujarnya.

Suratna menegaskan kasus e-KTP Cianjur itu seolah-olah terjadi tiba-tiba karena menjelang pemilu 2019. “Itu tak benar, karena NIK itu sifatnya tunggal. Ternyata NIK warga Cianjur Sdr Bahar yang harusnya NIK 3203011002720011, tapi yang beredar NIK 3203012503770011,” katanya.

Sementara itu e-KTP WNA yang dikeluarkan oleg Dukcapil hanya 1600 e-KTP, sehingga sangat  mudah dicermati masyarakat. “Jadi, untuk memverifikasi NIK itu cukup di 6 angka digit kedua dari e-KTP yang menunjukkan tanggal bulan dan tahun kelahiran seseorang.” Jelas Suratna.

Sebelumnya KPU Kabupaten Cianjur mengakui adanya kesalahan saat input data NIK milik Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Leave a Reply

*